Mitchell Weiser Tak Kecewa Pindah ke Bayern Munich

Metrotvnews.com: Berlabuh ke Bayern Munich dari FC Koln awal musim ini, Mitchell Weiser tak pernah tampil sama sekali bersama skuat utama, sebelum akhirnya dipinjamkan ke Kaiserslautern di Bundesliga 2 pada bursa Januari lalu.

Situasi mengecewakan tersebut ternyata tak membuat gelandang belia 18 tahun itu menyesali keputusannya. Ia yakin langkah yang diambilnya tidak keliru.

"Kepindahan saya ke Bayern pastinya bukan sebuah kesalahan," kata Weiser kepada Sport Bild.

"Saya menghabiskan setengah tahun berlatih dengan pemain-pemain kelas dunia dan telah banyak belajar."

Weiser mengaku hingga saat ini masih rutin menjalin kontak dengan asisten pelatih Die Roten, Peter Hermann, namun belum tahu apakah klub bakal merekrutnya kembali musim depan di bawah kepemimpinan Pep Guardiola.

"Saya tak tahu apakah Bayern akan mengambil saya kembali pada musim panas," papar anggota timnas Jerman U-18 itu.

"Saya belum menerima tanda-tanda lebih jauh dari asisten pelatih Peter Hermann selain dari pesan-pesan singkat, tapi tentunya sang pelatih baru belum tiba di sana."(goal)


Editor: Deni Fauzan

 

FW: Ratusan Murid SD di China Keracunan

 

 

Feed: Update News
Posted on: Friday, April 05, 2013 09:52
Author: Update News
Subject: Ratusan Murid SD di China Keracunan

 

Metrotvnews.com, Jakarta: Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar mengungkapkan ada indikasi dua institusi penjaga keamanan di DIY, Polda DIY dan Kodam IV Diponegoro sudah melakukan pertemuan untuk memuluskan rencana penyerbuan ke Lembaga Pemasayarakatan (LP) Cebongan, Sleman, 23 Maret lalu.

"Sebelum tanggal 23 (Maret) itu ada indikasi-indikasi kuat pembicaran-pembicaran yang seminimal-minimalnya untuk diketahui agar tidak dicegah serangan ini," ujarnya saat diwawancara Metro TV, di Jakarta, Kamis (4/4).

Hal itu didasarkan atas temuan terakhir dalam investigasi pihaknya. Ia menjelaskan, pembicaraan ini melibatkan itu melibatkan Kapolda DIY dan sejumlah pejabat Kodam IV Diponegoro itu. Itu dilakukan pada dini hari pasca-pembunuhan Sertu Heru Santoso, di Hugo's Cafe, 19 Maret. Isinya, memberitahukan soal wacana penyerangan terhadap pihak-pihak yang terlibat pembunuhan itu.

"Itu menunjukan bagaimana pengetahuan sejumlah pimpinan Polri maupun TNI (Komando) Teritori tersebut gagal cagah keamanan tahanan ini," tegas dia.

Pertemuan dua pihak itu pun dilengkapi dengan sejumlah pertemuan masing-maisng pihak untuk melancarkan aksi itu. Dari pihak kepolisian, pertemuan dilakukan untuk membahas pemindahan tahanan. Tujuannya, agar pembunuhan itu tak terjadi di kandang polisi.

Sementara di pihak TNI, katanya, ada pembicaraan yang seharusnya soal rencana itu. Indikasinya, penyerangan dilakukan tiga hari setelah kejadian, bukan sesaat setelah kejadian pembunhan.

"Tiga hari itu ada sejumlah komunikasi, sms-sms, antara sejumlah pejabat lokal, yang harusnya diungkap dan jadi petunjuk keterlibatan negara, pejabat yang seharusnya berwenang untuk mencegah (penyerbuan) itu," tuturnya.

Soal penggunaan persenjataan AK-47 itupun, sambungnya, mengindikasikan adanya keterlibatan pihak lain selain 11 prajurit Grup II Kartosuro itu. Sebab, katanya, senjata itu bukanlah barang yang dimiliki masing-masing prajurit di kamarnya. Melainkan barang inventaris gudang senjata.

"Ada otoritas-otoritas tertentu yang membiarkan," ucapnya. Namun, saat ditanya soal siapa saja yang mesti dijerat selain 11 oknum Kopassus itu, Haris berujar, "Itu harus diuji lebih jauh."

Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar menimpali dengan adanya indikasi kuat pembiaran dari Polisi dan perencanaan penyerangan dari TNI ini, seharusnya Komnas HAM bisa masuk ke arena penyelidikan. Pasalnya, penyerbuan yang terorganisir ini sudah bisa dikategorikan sebagai pelanggaran HAM berat. (Kim)


Editor: Irvan sihombing


View article...

FW: Pemain Israel Balas Sepasang Gol Chelsea

 

 

Feed: Update News
Posted on: Friday, April 05, 2013 09:57
Author: Update News
Subject: Pemain Israel Balas Sepasang Gol Chelsea

 

Metrotvnews.com, London: Rubin Kazan berhasil memperkecil kekalahan dari tuan rumah Chelsea pada leg pertama babak perempat final Liga Europa di Stamford Bridge, Jumat (5/4) dini hari WIB.

Setelah dua kali dijebol The Blues--julukan Chelsea--klub asal Rusia itu mencetak gol balasan menit ke-41'. Adalah Bibras Natcho pemain muda asal Israel yang memperkecil kekalahan Rubin Kazan.

Ia berhasil mengeksekusi tendangan penalti setelah sebelumnya John Terry melakukan handsball di kotak terlarang. Dengan demikian, kedudukan pada babak pertama ini berubah menjadi 2-1 untuk Chelsea. (Nav)


Editor: Irvan sihombing


View article...

FW: Gol Indah Moses Bikin Chelsea Gandakan Kedudukan

 

 

Feed: Update News
Posted on: Friday, April 05, 2013 09:44
Author: Update News
Subject: Gol Indah Moses Bikin Chelsea Gandakan Kedudukan

 

Metrotvnews.com, London: Chelsea semakin bernafsu menambah gol ke gawang Rubin Kazan pada leg pertama babak perempat final Liga Europa di Stadion Stamford Bridge, Jumat (5/4) dini hari WIB.

 

Setelah striker Fernando Torres mencetak gol menit ke-16, giliran pemain sayap asal Nigeria Victor Moses yang mengoyak gawang tim asal Rusia itu (32').  (Nav)


Editor: Irvan sihombing


View article...

FW: Hasil-Hasil Sementara Liga Europa

 

 

Feed: Update News
Posted on: Friday, April 05, 2013 10:05
Author: Update News
Subject: Hasil-Hasil Sementara Liga Europa

 

Metrotvnews.com, London: Delapan tim melakoni babak perempat final Liga Europa, Jumat (5/4) dini hari WIB. Hanya satu tuan rumah yang berhasil unggul terlebih dahulu di babak pertama yakni Chelsea dengan skor 2-1 melawan Rubin Kazan.

Nasib tersebut belum mampu diikuti wakil Inggris lainnya Tottenham Hotspur. Spurs tertinggal 1-2 dari tamunya Basel. Newscastle United yang berstatuskan tim tamu berhasil menahan imbang tuan rumah Benfica 1-1. Adapun Fenerbahce masih bermain dengan skor kacamata melawan tim asal Italia Lazio. (Soccerway.com/Nav)

Berikut hasil babak pertama Liga Euorpa

Chelsea 2-1 Rubin Kazan
Tottenham Hotspur 1-2 Basel
Benfica 1-1 Newcastle United
Fenerbahce 0-0 Lazio


Editor: Irvan sihombing


View article...

Kontras: Empat Tahanan Sengaja Dipindahkan ke LP Cebongan agar...

Metrotvnews.com, Jakarta: Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar mengungkapkan ada indikasi dua institusi penjaga keamanan di DIY, Polda DIY dan Kodam IV Diponegoro sudah melakukan pertemuan untuk memuluskan rencana penyerbuan ke Lembaga Pemasayarakatan (LP) Cebongan, Sleman, 23 Maret lalu.

"Sebelum tanggal 23 (Maret) itu ada indikasi-indikasi kuat pembicaran-pembicaran yang seminimal-minimalnya untuk diketahui agar tidak dicegah serangan ini," ujarnya saat diwawancara Metro TV, di Jakarta, Kamis (4/4).

Hal itu didasarkan atas temuan terakhir dalam investigasi pihaknya. Ia menjelaskan, pembicaraan ini melibatkan itu melibatkan Kapolda DIY dan sejumlah pejabat Kodam IV Diponegoro itu. Itu dilakukan pada dini hari pasca-pembunuhan Sertu Heru Santoso, di Hugo's Cafe, 19 Maret. Isinya, memberitahukan soal wacana penyerangan terhadap pihak-pihak yang terlibat pembunuhan itu.

"Itu menunjukan bagaimana pengetahuan sejumlah pimpinan Polri maupun TNI (Komando) Teritori tersebut gagal cagah keamanan tahanan ini," tegas dia.

Pertemuan dua pihak itu pun dilengkapi dengan sejumlah pertemuan masing-maisng pihak untuk melancarkan aksi itu. Dari pihak kepolisian, pertemuan dilakukan untuk membahas pemindahan tahanan. Tujuannya, agar pembunuhan itu tak terjadi di kandang polisi.

Sementara di pihak TNI, katanya, ada pembicaraan yang seharusnya soal rencana itu. Indikasinya, penyerangan dilakukan tiga hari setelah kejadian, bukan sesaat setelah kejadian pembunhan.

"Tiga hari itu ada sejumlah komunikasi, sms-sms, antara sejumlah pejabat lokal, yang harusnya diungkap dan jadi petunjuk keterlibatan negara, pejabat yang seharusnya berwenang untuk mencegah (penyerbuan) itu," tuturnya.

Soal penggunaan persenjataan AK-47 itupun, sambungnya, mengindikasikan adanya keterlibatan pihak lain selain 11 prajurit Grup II Kartosuro itu. Sebab, katanya, senjata itu bukanlah barang yang dimiliki masing-masing prajurit di kamarnya. Melainkan barang inventaris gudang senjata.

"Ada otoritas-otoritas tertentu yang membiarkan," ucapnya. Namun, saat ditanya soal siapa saja yang mesti dijerat selain 11 oknum Kopassus itu, Haris berujar, "Itu harus diuji lebih jauh."

Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar menimpali dengan adanya indikasi kuat pembiaran dari Polisi dan perencanaan penyerangan dari TNI ini, seharusnya Komnas HAM bisa masuk ke arena penyelidikan. Pasalnya, penyerbuan yang terorganisir ini sudah bisa dikategorikan sebagai pelanggaran HAM berat. (Kim)

 

Adik Pemimpin Syiah Sampang Dituntut Dua Tahun Bui  

TEMPO.CO, Surabaya - Jaksa penuntut umum menuntut Roies Al-Hukama, 36 tahun, tersangka penyerangan kelompok Syiah Sampang di Dusun Nangkernang, Omben, Sampang, Jawa Timur, dengan hukuman dua tahun penjara dipotong masa tahanan. Roies, yang masih adik kandung pemimpin Syiah Sampang Tajul Muluk, dijerat pasal perusakan dan pengeroyokan.

Tuntutan itu dibacakan jaksa Bagus Wicaksono di Pengadilan Negeri Surabaya dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Ainur Rofiq, Kamis, 4 April 2013. Menurut Bagus, Roies terbukti melanggar Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang perusakan dan pengeroyokan terhadap pemukiman milik penganut Syiah oleh kaum Sunni di Karanggayam pada 26 Agustus 2012 silam.

Tragedi berdarah itu menewaskan seorang warga penganut Syiah bernama Hamamah. Hadiri, orang yang dituding membunuh Hamamah, telah dituntut 12 tahun penjara dalam sidang terpisah pada Selasa, 2 April 2013 lalu.

Jaksa menyatakan tindakan Roies telah meresahkan masyarakat serta menimbulkan kerugian, baik materiil maupun imateriil terhadap penganut Syiah yang menjadi korban. Adapun yang meringankan, Roies belum pernah dihukum dan bersikap sopan selama persidangan.

Seusai sidang, Roies mengatakan tuntutan jaksa lucu dan aneh. Alasannya, saksi-saksi yang dihadirkan di persidangan hampir seluruhnya justru meringankan dirinya. »Siapa pun yang mengikuti sidang saya mulai awal pasti tahu itu," kata Roies yang datang mengenakan kemeja putih lengan panjang dan bercelana hitam.

Penasehat Roies dari Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama Jawa Timur, Hidayat, kecewa dengan tuntutan jaksa yang dinilainya terlalu berlebihan. Menurut Hidayat, jaksa telah mengabaikan fakta-fakta di persidangan. »Saat kerusuhan terjadi, Roies ada di dalam rumah. Aneh kalau jaksa menganggap klien saya ikut melakukan pengeroyokan dan perusakan," kata Hidayat.