Mempertanyakan Janji KPK Menahan Andi Mallarangeng [ BeritaTerkini ]


JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga Senin (16/9/2013), Komisi Pemberantasan Korupsi belum juga menahan tersangka kedua kasus dugaan korupsi Hambalang, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng. Padahal, KPK berjanji akan segera menahan tersangka Hambalang begitu menerima hasil perhitungan kerugian negara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kini, BPK telah menyelesaikan hasil perhitungannya dan menyerahkannya kepada KPK awal September lalu. Dengan demikian, sedianya tak ada lagi alasan bagi KPK untuk belum menahan Andi.

Ketua KPK Abraham Samad pun mengungkapkan akan segera menahan tersangka-tersangka Hambalang. Saat menerima hasil perhitungan kerugian negara dari BPK pada 4 September 2013, Abraham bahkan berkata bahwa penahanan Andi akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan.

“Insya Allah dalam beberapa hari ke depan kita akan melakukan langkah-langkah lebih progresif termasuk penahanan,” kata Abraham ketika itu.

Namun, sudah hampir dua minggu berlalu namun KPK belum juga menahan Andi. Pada Minggu (15/9/2013), Juru Bicara KPK Johan Budi menegaskan bahwa pihaknya belum mengirimkan surat panggilan pemeriksaan kepada Andi. Surat panggilan pemeriksaan sebagai tersangka ini bisa menjadi sinyal penahanan seorang tersangka.

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Proyek pembangunan kompleks olahraga terpadu Hambalang di Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/5/2012). Proyek senilai Rp 1,175 triliun tersebut menghadapi beberapa persoalan antara lain amblesnya tanah di area Power House III dan fondasi lapangan bulu tangkis seluas 1.000 meter persegi periode Desember 2011. Selain itu proyek ini kini tengah didalami oleh Komisi Pemberantasan Korupsi perihal dugaan suap oleh anggota DPR.


Seperti diketahui, KPK kerap menahan seseorang seusai pemeriksaan yang bersangkutan sebagai tersangka.

“Belum ada surat dikirim,” kata Johan.

Sebelumnya Johan juga mengungkapkan, KPK belum menjadwalkan pemeriksaan Andi sebagai tersangka karena masih mendalami informasi baru yang diperoleh melalui pemeriksaan para saksi.

Pendalaman informasi baru tersebut, menurut Johan, dilakukan dalam mengembangkan penyidikan Hambalang dan melengkapi berkas perkara Andi agar dapat ditingkatkan ke tahap penuntutan.

“Pengusutan kasus-kasus kan ada hal-hal baru yang sedang dikembangkan. Bisa jadi pemeriksaan saksi-saksi di luar pemeriksaan tersangka, karena adanya informasi-informasi baru yang perlu didalami dulu oleh KPK, tapi yang pasti belum ada panggilan ke Andi. Biasanya kan tiga-empat hari setelah panggilan, berarti besok tidak ada pemeriksaan,” tutur Johan (12/9/2013).

KPK gamang

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat I Gede Pasek Suardika menilai KPK gamang karena tidak menyegerakan proses hukum terhadap seseorang yang sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Pasek menilai, jika memang alat bukti untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka itu sudah cukup, sedianya KPK bisa mempercepat proses hukum kasus yang disidiknya.

“Berarti KPK gamang dengan apa yang sudah diputuskan. Kan kalau berpikir orang jadi tersangka itu karena sudah cukup dua alat bukti, sudah kuat untuk orang menjadi tersangka. Kalau sudah kuat, buat apa nunggu ini itu? harusnya masuk proses pengadilan dong,” kata Pasek di Jakarta, Minggu.

Anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch Emerson Yuntho menilai penting penahanan terhadap Andi dalam menuntaskan kasus Hambalang. Jika kasus ini tidak segera dituntaskan, menurut Emerson, hal itu justru akan menyandera KPK.

KOMPAS.com/ICHA RASTIKA Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahkan perhitungan kerugian negara terkait hambalang kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (4/9/2013).


“Apalagi kasus ini adalah kasus korupsi yang libatkan aktor-aktor dari eksekutif, legislatif dan yudikatif serta partai politik,” ujar Emerson.

Dia juga menilai penahanan Andi dapat menjadi stimulus untuk penyelesaian perkara tersangka lainnya. Peneliti ICW lainnya, Tama S Langkun menyampaikan pendapat senada. Dia mengatakan, tidak ada alasan bagi KPK untuk menunda-nunda penanganan perkara Hambalang setelah mendapatkan hasil perhitungan kerugian negara dari BPK, terutama, perkara yang perbuatan tersangkanya diduga menimbulkan kerugian negara.

“Jika benar audit PKN yg diminta KPK kepada BPK sudah diberikan. Maka tidak ada alasan bagi KPK untuk menunda-nunda penanganan perkara hambalang,” kata Tama.

KPK menetapkan Andi sebagai tersangka sekitar Desember 2012. Selaku Menpora, Andi diduga melakukan penyalahgunaan wewenang secara bersama-sama sehingga mengakibatkan kerugian negara.

Perbuatan itu diduga dilakukan Andi bersama Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar, serta mantan pejabat PT Adhi Karya Teuku Bagus Muhammad Noor. Sejauh ini, baru Deddy yang ditahan KPK.

Selain menetapkan ketiganya sebagai tersangka, KPK menyidik kasus lain Hambalang yang diduga melibatkan mantan Ketua Umum Partai Demokrat,  Anas Urbaningrum. Berbeda dengan Andi, Deddy, dan Teuku Bagus, Anas disangka menerima pemberian hadiah atau janji terkait proyek Hambalang dan proyek lainnya.

Editor : Caroline Damanik

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Skandal Proyek Hambalang
  • Dirikan Ormas, Anas Bantah Pakai Dana Korupsi
  • Anas: Tak Ada Nama Saya di Audit Hambalang
  • BAKN Ajukan Tiga Rekomendasi Terkait Kasus Hambalang
  • Dipastikan, Esok Andi Mallarangeng Tak Ditahan KPK
  • KPK Perpanjang Masa Penahanan Deddy Kusdinar
  • Kirim Wasit ke Korea, Kemenpora Disebut Terima Rp 500 Juta dari PT Adhi Karya
  • KPK: Penahanan Andi Mallarangeng? Sabar…
  • Pro Kontra Mobil Murah
  • Geliat Pembangunan Depok
  • Pencurian Emas di Museum
  • iPhone 5C dan 5S
  • MotoGP San Marino
  • Anak Ahmad Dhani Kecelakaan
Basuki Punya Empat Pulau di Belitung
Disiksa Preman, Alat Vital Wanita Ini Harus Dijahit
Merosot Rp 3,3 Triliun, Bill Gates Tetap Terkaya Sedunia
Tips Hadapi Petugas Imigrasi di Bandara dan Perbatasan
Demokrat: SBY Tak Hadir agar Peserta Konvensi Bebas Berekspresi



Anggaran Negara Untuk Gaji PNS Naik 3 Kali Lipat [ BeritaTerkini ]

JAKARTA, KOMPAS.com – Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran Indonesia (Fitra) menilai postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 tidak akan mampu meredam persoalan ekonomi terkini. Sebab anggaran negara untuk belanja modal sangat minim.

Koordinator Advokasi Seknas Fitra Maulana mengatakan, postur APBN 2014 masih mengutamakan kepentingan birokrasi. Dalam catatannya, belanja modal yang memiliki kontribusi pada pertumbuhan ekonomi hanya meningkat Rp 13 triliun atau 7 persen menjadi Rp 205,8 triliun. Sedangkan belanja pegawai pada 2014 mencapai Rp 276,6 triliun atau meningkat hingga Rp 43,5 triliun.

Kenaikan belanja pegawai ini seiring dengan perekrutan calon pegawai negeri sipil (PNS) yang sudah mulai dilakukan tahun ini hingga mencapai 60.000 orang PNS.

“Berarti anggaran belanja pegawai naik tiga kali lipat dibanding peningkatan belanja modal. Ini tidak seimbang, dengan kondisi Indonesia yang sedang krisis ini kok malah belanja pegawai yang ditingkatkan,” kata Maulana saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Minggu (15/9/2013).

Padahal, sebut Maulana, belanja pegawai ini justru tidak terlalu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Sebab dengan kenaikan belanja pegawai ini justru akan mendorong peningkatan inflasi karena ada kenaikan konsumsi masyarakat, dibanding produksi.

Di sisi lain, saat ini inflasi sedang dalam kondisi tinggi baik karena gejolak makanan ataupun ada kenaikan harga barang komoditas lain yang bisa memicu kenaikan inflasi. “Dengan kenaikan belanja pegawai dibanding belanja modal ini akan menjadi beban baru bagi APBN di 2014. Padahal APBN 2014 ini bisa menjadi cerminan salah satu instrumen ekonomi yang bisa digunakan,” tambahnya.

Maulana menilai kondisi ini bisa menyebabkan APBN 2014 justru gagal untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia.

Editor : Erlangga Djumena

  • Ditjen Pajak Tambah Pegawai untuk Tambah Penerimaan
  • Kemenkeu Buka Penerimaan CPNS 2013
  • Ini Daftar Lowongan PNS Pekan Ini
  • Tahun Depan, Sistem Honorarium PNS Dihapus
  • Wapres: Jangan Ada Titipan Calon PNS
  • Penembakan Polisi
  • Geliat Pembangunan Depok
  • Pencurian Emas di Museum Nasional
  • iPhone 5C dan 5S
  • MotoGP San Marino
  • Anak Ahmad Dhani Kecelakaan
Basuki Punya Empat Pulau di Belitung
Disiksa Preman, Alat Vital Wanita Ini Harus Dijahit
10 Olahraga Ini Bantu Cegah Kanker
Gerindra: Jokowi Itu Murid Prabowo
Demokrat: Dana Konvensi Halal dan Sah!



Fiorentina Kehilangan Gomez Sebulan [ BeritaTerkini ]

FIRENZE, KOMPAS.com - Striker Fiorentina Mario Gomez harus menepi selama sebulan untuk memulihkan cedera pada lututnya. Demikian konfirmasi dari Kepala Tim Dokter Fioretina, Manzuoli.

Cedera tersebut didapat Gomez seusai membela Fiorentina ketika bermain imbang 1-1 dengan Cagliari pada lanjutan Serie-A, Sabtu (14/9/2013). Ia ditarik keluar oleh pelatih Vincenzo Montella pada menit ke-51.

“Bagi Gomez itu adalah trauma yang akan memiliki dampak selama beberapa pekan ke depan” ujar Manzuoli.

“Jelas semuanya akan dievaluasi dengan tes yang lebih rinci Senin (16/9/2013) besok. Tetapi, dari hasil pengamatan pertama dia akan absen setidaknya selama tiga atau empat pekan. Jika lebih serius mungkin akan mencapai enam pekan,” tambahnya.

Selain Gomez, gelandang Juan Cuadrado juga mengalami cedera dislokasi bahu pada pertandingan tersebut. Namun, Manzuoli optimistis proses pemulihan cedera tersebut tidak akan memakan waktu lama.

“Dia akan kembali dalam dua pekan ke depan. Mungkin bisa lebih cepat. Cedera itu akan menyebabkan rasa sakit pada bahunya. Tetapi, tidak akan butuh waktu lama untuk sembuh,” jelasnya.



Korban Tewas dalam Ledakan Ketel Uap Jadi 2 Orang [ BeritaTerkini ]

MADIUN, KOMPAS.com – Korban tewas dalam insiden meledaknya, ketel uap (evaporator) Pabrik Gula (PG) Rejosari, Gorang-Gareng, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Minggu (15/9/2013) bertambah menjadi dua orang.

Kedua korban tewas itu adalah Sujarwo (30) warga Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi dan Warsono (52) warga Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Kedua korban tewas karena kekurangan cairan lantaran mengalami luka bakar 90 persen di sekujur tubuhnya.

Hal itu diungkapkan Dokter Spesialis Anastesi RSUP dr Soedono Madiun, dr M Hafidin Ilham yang menangani para korban. 

Korban yang dirujuk ke RSU Lavalet, Malang Sujarwo meninggal saat perjalanan sampai di Kota Batu. Sedangkan yang dirujuk ke RSUP dr Soeotomo, Surabaya, Warsono meninggal saat sampai di rumah sakit.

“Pemicu korban tak bisa diselamatkan karena luka bakarnya mencapai 90 persen itu. Korban kekurangan cairan di dalam tubuhnya,” kata Ilham.

Ilham mengungkapkan, Sujarwo meninggal sekitar pukul 17.30 WIB dan korban lainnya, Warsono meninggal sekitar pukul 18.10 WIB. “Keduanya belum sempat menjalani perawatan di kedua rumah sakit yang menjadi rujukan kami,” ungkap Ilham.

Sebelumnya, lima korban luka berat yang dirawat RSUP dr Soedono Madiun dan akhirnya dirujuk itu, tiga orang korban dirujuk ke RSUP dr Seotomo, Surabaya yakni Kuswanto (32) warga Desa Driyorejo, Kecamatan Nguntoronadi, Warsono (52) Desa/Kecamatan Kawedanan, dan Parlan (31) Dea Garon, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan.

Sedangkan dua korban yang bakal dirujuk ke RSU Lavalet, Malang yakni Wagimin (47) warga Desa Sukowidi, Kecamatan Nguntoronadi dan Sujarwo (30) Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak sembilan pekerja Pabrik Gula (PG) Rejosari luka bakar terkena percikan api dan air dari uap yang meledak minggu dinihari.
 

Editor : Glori K. Wadrianto

  • Ketel Uap Meledak, 1 Tewas 8 Luka Bakar
  • Penembakan Polisi
  • Geliat Pembangunan Depok
  • Pencurian Emas di Museum Nasional
  • iPhone 5C dan 5S
  • MotoGP San Marino
  • Anak Ahmad Dhani Kecelakaan
Basuki Punya Empat Pulau di Belitung
Disiksa Preman, Alat Vital Wanita Ini Harus Dijahit
10 Olahraga Ini Bantu Cegah Kanker
Gerindra: Jokowi Itu Murid Prabowo
Demokrat: Dana Konvensi Halal dan Sah!



Ketel Uap Meledak, 1 Tewas 8 Luka Bakar [ BeritaTerkini ]

MADIUN, KOMPAS.com – Sembilan pekerja Pabrik Gula (PG) Rejosari, Gorang-Gareng, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan mengalami luka berat luka bakar di sekujur tubuhnya. Mereka diduga terkena percikan api dan air dari ketel uap PG Rejosari yang meledak, Minggu (15/9/2013) dini hari.

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 00.00 WIB. Sembilan pekerja itu sibuk bekerja di sekitar unit penguapan. Tiba-tiba ketel uap (evaporator) meledak. Akibatnya, uap dan cairan panas yang ada di dalam ketel itu menimpa para pekerja itu.

Tak berselang lama, seorang korban luka berat, Muhammad Sony Setiawan (33) warga RT 24, RW 03, Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun tewas. Sedangkan korban luka berat dan ringan lain sempat dirawat di klinik PG Rejosari, sebelum dilarikan ke RSUP dr Soedono Madiun.

Sebanyak lima korban luka berat adalah Kuswanto (32) warga Desa Driyorejo, Kecamatan Nguntoronadi, Warsono (52) warga Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, Parlan (31) warga Desa Garon, Kecamatan Kawedanan, Wagimin (47) warga Desa Sukowidi, Kecamatan Nguntoronadi, serta Sujarwo (30) warga Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi.

Kelima korban luka berat ini dirawat khusus di ruang Combustio, Irna Wijaya Kusuma, RSUP dr Seodono Madiun. Rencananya, para korban bakal dikirim ke Surabaya dan Malang untuk mendapatkan perawatan khusus.

“Mereka akan dirujuk ke Surabaya dan Malang karena membutuhkan perawatan khusus. Luka bakar dari lima korban luka berat akibat ledakan ketel uap itu hampir 90 persen semua. Mereka kekurangan cairan 20 liter atau sekitar 40 persen dari berat badannya,” kata dokter spesialis anastesi, dr M Hafidin Ilham Sp An yang menangani para korban Minggu (15/9/2013).

Korban luka ringan antara 10 sampai 15 persen di sekujur tubuhnya yakni Suroto (33) warga Kelurahan Sampung, Kecamatan Kawedanan, Darto (39) warga Desa Sugihrejo, Kecamatan Kawedanan, serta Mulyanto (54) warga Desa Mojorejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan.

“Untuk korban luka ringan, sudah diperbolehkan pulang dan diwajibkan rawat jalan. Karena kondisi mereka tak separah lima korban lainnya yang membutuhkan restitusi cairan selama delapan jam sejak mengalami luka bakar itu,” ujar Ilham.

Editor : Glori K. Wadrianto

  • Pabrik Tahu Meledak, Seorang Tewas Terbelah
  • Ketel Tahu Meledak, Seorang Tewas
  • Penembakan Polisi
  • Geliat Pembangunan Depok
  • Pencurian Emas di Museum Nasional
  • iPhone 5C dan 5S
  • MotoGP San Marino
  • Anak Ahmad Dhani Kecelakaan
Basuki Punya Empat Pulau di Belitung
Disiksa Preman, Alat Vital Wanita Ini Harus Dijahit
Microsoft Bersedia “Tampung” iPad Bekas
Gerindra: Jokowi Itu Murid Prabowo
Demokrat: Dana Konvensi Halal dan Sah!



Cerita Cinta yang Bersemayam Di Balik Tragedi 9/11 [ BeritaTerkini ]

Kompas.com- Mereka yang bertanggung jawab atas peristiwa 9/11 tak pernah mengenal cinta. Namun ironisnya, di hari naas yang menelan 3000 korban tersebut, dua di antaranya tengah jatuh cinta. Berikut kisah pilu dua perempuan warga Amerika, yang harus merelakan separuh hatinya terkubur dalam serakkan puing menara kembar World Trade Centre 12 tahun silam.

Beverly Eckert

Pada tahun 2005 lalu, melalui wawancara dengan  National Public Radio, Beverly angkat bicara dan menuturkan percakapan terakhir penuh harunya bersama Sean, “Dia menelponku saat sedang berdesakkan menuruni tangga darurat, ia tidak mau menyerah, ia ingin menemukan jalan keluar. Tetapi, dengan tersengal ia mengatakan bahwa asap semakin tebal dan sangat sulit untuk melihat. Lalu, suaranya mulai terdengar semakin pelan, aku menanyakan apakah ia kesakitan saat bernapas? Katanya tidak.  Aku tahu ia berbohong saat itu, ia tidak mau membuatku semakin khawatir, ia memang seperti itu”

Tak mudah bagi Bev untuk mengingat kembali momen terakhir bersama pria yang telah menjadi kekasihnya dari SMU tersebut.  Dengan hati-hati Bev melanjutkan, “Aku sadar, saat itu adalah detik-detik terakhir aku mendengar suaranya. Tapi aku tidak mau Sean putus asa, maka aku mengingatkannya akan kenangan indah yang sudah kami lalui. Ciuman pertama kami, hari pernikahan kami yang berlangsung di taman belakang rumah adikku, perjalanan kami menyusuri Eropa. Dan ia berulang-ulang mengatakan ‘aku cinta kamu, selalu dan selalu’. Beberapa menit kemudian, tak ada lagi suaranya, aku memanggilnya berkali-kali, kemudian terdengar suara ledakan dan baja yang  berjatuhan, aku semakin histeris,  ia telah meninggalkanku. Saat itu, aku hanya bisa mendekap telpon dan menangis lama sekali. Sampai hari ini aku masih menangis.”

Setelah kepergian Sean, Bev tidak pernah melepaskan cinta mereka. Bahkan Bev mendirikan yayasan Habitat For Humanity  dan memberikan beasiswa atas nama mendiang suaminya. Pada tahun 2009, dalam perjalanan dengan pesawat  menuju Buffalo, Bev mengalami kecelakaan dan tewas di tempat. Padahal, beberapa hari sebelum kecelakaan, Bev sempat melakukan wawancara mengenai cerita cintanya dengan Sean, saat itu ia mengatakan “Kami hanya ingin hidup bahagia  dan mungkin nanti di waktu yang tepat, kami akan benar-benar mendapatkan akhir yang bahagia”.

Carrie Bergonia

Mengenakan busana hitam, Carrie terisak dengan wajah kusut sembari menyetuh nama tunangannya, Joseph Ogren, yang terukir pada situs memorabilia 9/11 yang dibangun di lokasi gedung WTC pernah berdiri sebelum serangan dua pesawat teroris.

Carrie dan Joseph bertemu pada tahun 1993 di Cancun, Mexico, saat itu keduanya tengah menikmati liburan musim panas, semenjak hari itu mereka selalu bersama. Menurut Carrie, mendiang tunangannya memiliki sifat dan kepribadian seperti yang ia impikan. “Saya jatuh cinta padanya karena ia memiliki sifat  seorang pria sejati. Kami sama-sama suka lari, dan sudah dua kali  mengikuti New York Marathon”.

Pada tanggal 11 September 2001, Joseph yang bekerja sebagai Petugas Pemadam Kebakaran memenuhi panggilan darurat yang diterima oleh unitnya. Panggilan tersebut datang dari menara selatan World Trade Centre. Bersama seluruh anggota unit, ia memasuki gedung yang sedang luluh lantak akibat tabrakan pesawat susulan. Namun tragisnya, Joseph tidak pernah kembali dari dalam gedung, seluruh anggota unit berjibaku mencarinya berhari-hari, namun hasilnya nihil. Joseph dilaporkan sebagai korban yang hilang.

Sebelum peristiwa yang mengguncang  dunia tersebut, Joseph baru saja melamar Carrie. Mereka berencana melangsungkan pernikahan pada tanggal 20 Agustus 2002 di Pennsylvania, kampung halaman Carrie.

Sumber : The Daily Mail & Pop Sugar