Home » » FW: 6 Langkah Miliki Hubungan Minim Konflik dengan Mertua

FW: 6 Langkah Miliki Hubungan Minim Konflik dengan Mertua

 

 

Feed: Wolipop
Posted on: Thursday, May 23, 2013 18:12
Author: Wolipop
Subject: 6 Langkah Miliki Hubungan Minim Konflik dengan Mertua

 

Jakarta - Ketika menikah dengan pasangan, mertua tentunya juga akan menjadi orangtua Anda. Pastinya akan sangat tidak nyaman jika ternyata Anda memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan mertua. Apapun masalah yang pernah dialami karena kehadiran mertua, sebenarnya segala sesuatunya bisa diselesaikan.

Mertua sama seperti orangtua Anda, mereka butuh dihormati dan diberi perhatian. Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan agar hubungan dengan mertua tidak terlalu diwarnai banyak konflik seperti dipaparkan iVillage:

1. Sopan dan santun
Berikan sopan santun yang paling baik di depan mertua. Ini merupakan langkah yang paling aman. Jangan sampai sikap konyol Anda terlihat sebagai suatu yang fatal di matanya. Jangan ambil risiko dengan mengeluarkan lelucon-lelucon yang belum tentu dianggap lucu oleh mertua, kecuali Anda telah mengenal sifatnya secara mendalam.

2. Dekatkan Diri
Luangkan waktu Anda untuk mengenal ibu mertua lebih dekat. Dengan berkomunikasi, Anda bisa lebih memahami pemikirannya dan dia pun tahu lebih banyak tentang Anda.

Jika saat masih pacaran, Anda mengobrol dengannya hanya sebagai bagian dari basa-basi, kini saatnya untuk mengenalnya lebih jauh. Dengan cara ini, dia bisa lebih menghargai Anda. Malah jika Anda bisa dekat dengannya, bisa jadi mertua akan sayang pada Anda seperti menyayangi anaknya sendiri.

Melakukan kontak fisik seperti mencium tangan, berpelukan serta kecupan di pipi ibu mertua akan membangkitkan kedekaan antara Anda dengannya. Hal itu juga bisa menunjukkan rasa hormat serta kasih sayang Anda padanya.

3. Tunjukkan perhatian
Jangan biarkan ia berpikir bahwa Anda hanya menyayangi anaknya. Tunjukkan juga bahwa Anda memiliki perhatian pada mertua. Misalnya dengan membuatkan makanan kegemarannya, mengajaknya berbelanja dan masih banyak lagi.

Dengan membangun hubungan yang baik dengan mertua, maka Anda memperkecil kemungkinan untuk berseteru dengan mereka. Tak hanya itu, nilai Anda di mata mertua pun akan meningkat, sehingga mereka tak akan berprasangka buruk pada Anda.

4. Komunikasi
Komunikasi di sini maksudnya adalah bagaimana Anda dan pasangan berkomunikasi saat ada masalah dengan mertua. Ketika memang Anda merasa mertua sudah terlalu ikut campur, ajaklah pasangan mengobrol apa yang harus dilakukan.

Jika Anda dan mertua sebelumnya sudah memiliki komunikasi yang baik, saat dia mulai ikut campur, katakan saja pandangan Anda tentang sikapnya tersebut. Tapi Anda harus melakukannya dengan pemilihan kata yang baik agar dia tidak tersinggung. Mendiskusikan perbedaan pendapat ini akan lebih baik ketimbang Anda atau mertua hanya memendamnya sendiri atau saling lapor pada suami Anda. Konflik yang mungkin terjadi pun bisa diminimalisir.

5. Pelajari Kebiasaan Keluarga Mertua
Setiap keluarga memiliki kebiasaan yang berbeda-beda, entah itu soal makan atau cara berbicara. Apalagi jika Anda dan pasangan berbeda suku, kebiasaan keluarga kalian biasanya pun tak sama. Mengenal dan memberikan toleransi pada kebiasaan mertua ini tentu bisa membuat hubungan Anda dengan ibunya menjadi lebih baik. Berkompromilah jika memang kebiasaan keluarga mertua masih bisa Anda terima.

6. Terima Mertua Apa Adanya
Terkadang, meski sikap mertua sedikit menyebalkan atau malah membuat Anda emosi, tidak ada yang bisa Anda lakukan selain menerima apa adanya. Cobalah untuk lebih ikhlas dalam menjalani hubungan dengan mertua. Kalaupun perkataannya membuat Anda sakit hati, jangan terlalu dimasukkan ke hati. Anda bisa curhat pada pasangan untuk sedikit meringankan beban. Namun si dia tidak perlu sampai mengadukan rasa sakit hati Anda itu padanya.

(eny/eny)

 

Browser anda tidak mendukung iFrame


View article...

Enclosures:

181039_womenmotherinlaw362.jpg (10 KB)
http://images.detik.com/content/2013/05/23/854/181039_womenmotherinlaw362.jpg

 


KOMENTAR ANDA