Home » » (21-07-2013) BeritaTerkini

(21-07-2013) BeritaTerkini

Warga China Justru Bersimpati pada Pria Pembom Bandara, Ini Alasannya Jul 21st 2013, 09:41

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Warga China memberikan simpatinya kepada Ji Zhongxing pelaku ledakan bom di Bandara Internasional Beijing, China, Sabtu (20/7/2013), waktu setempat.

Sejumlah media massa, dan blog di China menyebutkan Ji merupakan korban penganiayaan oknum aparat polisi di tahun 2005. Dan aksinya di Bandara Internasional Beijing, diduga didorong oleh hal tersebut.

Beijingnews, dalam pemberitaanya mengatakan, bahwa Ji yang meledakkan bahan peledak berukuran kecil yang dibawanya menggunakan kursi roda, merupakan upaya untuk menarik perhatian pada kasusnya tanpa merugikan orang lain.

Aksinya hanya melukai dirinya sendiri dan seorang petugas polisi Bandara Internasional Beijing. "Ia memperingatkan mereka yang melewatinya.. Benar-benar seorang pria yang baik hati yang berani berdiri dan mengatakan mereka lebih benar dari dia," ujar Zhao Xiao, seorang profesor di Institut Teknologi Beijing dalam akun sosial media Sina Weibo miliknya, seperti dikutip dari Asiaone.com, Minggu.

"Saya berharap pihak berwenang akan memahami, atau mereka akan memicu lingkaran setan," tulis seorang pengguna Weibo lainnya, seorang pengacara bernama Yuan Yulai.

Seorang pria cacat yang meledakan bom yang dibawanya di Bandara Internasional Beijing, China, Sabtu (20/7/2013), teridentifikasi bernama Ji Zhongxing seorang warga Provinsi Shandong, China.

Pria yang duduk di atas kursi roda itu, menurut pemberitaan New.com.au, tidak kehilangan nyawanya, meskipun menderita luka-luka serius. (asiaone.com)

Baca Juga:

Inilah Identitas Pria Cacat Diduga Meledakkan Bom di Bandara Beijing

Ledakan Bom Bandara Internasional Beijing Diduga Dibawa Penyandang Cacat

Pengebom masjid didakwa kasus pembunuhan

Inilah Identitas Pria Cacat Diduga Meledakkan Bom di Bandara Beijing Jul 21st 2013, 09:13

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Seorang pria cacat diduga membawa dan meledakkan bom di Bandara Internasional Beijing, China, Sabtu (20/7/2013), teridentifikasi bernama Ji Zhongxing seorang warga Provinsi Shandong, China.

Pria yang duduk di atas kursi roda itu, menurut pemberitaan New.com.au, tidak kehilangan nyawanya, meskipun menderita luka-luka serius. Selain dirinya tidak ada orang lain yang terluka dalam insiden itu.

Sejumlah media, dan situs media sosial  China menyebutkan bahwa Ji sebelumnya bekerja sebagai sopir ojek sepeda motor di Selatan kota Dongguan, China.

Namun ia tidak bisa lagi melakoni pekerjaannya akibat dipukuli oleh oknum petugas polisi di tahun 2005 sehingga membuatnya cacat. Walau demikian kebenaran informasi itu belum bisa dikonfirmasi.

Berdasarkan penyelidikan awal kepolisian, ji meledakan bom yang dibawanya setelah ia membagi-bagikan selebaran di dalam Bandara Internasional Beijing. (New.com.au)

Samuel Febriyanto

Baca Juga:

Mozaik JFT 96 Karya Bigreds di GBK Beredar Luas via Twitter‏

Sejak Daftar Caleg, Artis Ini Jadi Rajin Baca Berita Politik

Belgia Punya Raja Baru   Jul 21st 2013, 08:29

TEMPO.CO, Brussels - Belgia akan punya raja baru hari ini. Raja Albert, 79 tahun, menyerahkan tahta ke Putra Mahkota Pangeran Philippe tepat di Hari Nasional Belgia, Minggu, 21 Juli 2013.

Dalam pidato resmi terakhirnya sebagai raja pada Sabtu, 20 Juli 2013, Raja Albert meminta agar rakyat Belgia mendukung putranya. Dia juga berharap agar Belgia, yang  terbelah antara warga yang menggunakan bahasa Belanda di utara dan Prancis di selatan, untuk tetap bersatu.

"Mohon berikan dukungan kepada calon Raja Philippe dan calon Ratu Mathilde," katanya.  "Pasangan ini akan jadi pimpinan kerajaan yang hebat untuk negeri kita dan mereka mendapat restu saya sepenuhnya."

Raja Albert telah bertahta selama 20 tahun di Kerajaan Belgia, yang secara umum merupakan kekuasaan seremonial dengan pemerintah Perdana Menteri Elio Di Rupo. Belgia telah 183 tahun memiliki pemerintahan demokrasi parlementer.

Setelah upacara di Istana Kerajaan, Minggu pagi waktu setempat, Pangeran Philippe, 53 tahun, akan diambil sumpah sebagai raja di gedung parlemen, yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari taman kerajaan di jantung Kota Brussel.

Setelah itu Raja Philippe dan istrinya, Ratu Mathilde, akan tampil di balkon istana, menyampaikan sambutan kepada rakyat  yang menanti di bawahnya. Acara penobatan raja dan ratu baru itu juga akan dimeriahkan dengan pesta kembang api.

Raja Albert telah mengumumkan rencana pengunduran diri baru tiga pekan lalu. Oleh sebab itu, dia tidak sempat mengundang bangsawan dari negara-negara lain dalam acara penobatan. Parade militer telah siap lantaran transisi kerajaan itu bertepatan dengan perayaan Hari Nasional Belgia.

Raja baru akan menghadapi tugas berat dalam beberapa bulan ke depan. Belgia akan menyelenggarakan pemilihan parlemen Juni 2014. Sebanyak enam juta penduduk berbahasa Belanda, yang disebut Flemings, dan 4,5 juta lainnya berbahasa Prancis. Peran kerajaan juga kian memudar di mata rakyat.

Pemilihan terakhir tahun 2010, perlu 541 hari sebelum pemerintah berhasil dibentuk akibat pertikaian pembagian kekuasaan di kedua wilayah berbeda bahasa. Tidak seperti lima pendahulunya, Raja Albert berusaha untuk tidak mencampuri urusan politik. Phillipe diharapkan melakukan hal yang sama.

Lulusan universitas ternama Stanford dan Oxford itu akan menjadi Raja Belgia yang ke-7. Selama dua dekade terakhir, Philippe menjadi Ketua Delegasi Perdagangan Internasional, yang pernah membawanya ke Indonesia 21-29 November 2008. Dia dan istrinya, Mathilde, memiliki empat anak.

TUSCALOOSANEWS.COM | BBC | NATALIA SANTI

Ledakan Bom Bandara Internasional Beijing Diduga Dibawa Penyandang Cacat Jul 21st 2013, 08:17

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Sebuah ledakan keras dilaporkan terjadi di Terminal 3 Bandara Internasional Beijing, China.

Seorang saksi, seperti dikutip oleh kantor berita Xinhua, mengatakan dirinya mendengar ledakan itu pada pukul, 18.24 waktu setempat.

Sejumlah saksi mata lainnya mengatakan, ledakan berasal dari bom yang dibawa oleh seorang penyandang cacat yang duduk di atas sebuah kursi roda. Sebuah foto yang dicantumkan oleh Xinhua dalam situs mereka memperlihatkan, pria itu mengacungkan sebuah detonator di atas kepalanya.

Belum diketahui apakah ada korban jiwa atau tidak dalam insiden tersebut. Namun sejumlah petugas medis nampak tergesa-gesa menuju lokasi ledakan, dan orang-orang berlarian keluar dari dalam bandara.

Menurut pemberitaan China Daily, ledakan keras itu terjadi di Bandara Internasional Beijing pada Sabtu malam. (asiaone.com)

Samuel Febriyanto

Baca Juga:

Sidomuncul Siapkan 310 Bus untuk Mudik Gratis

Kendala Bawaslu Dalam Mengawasi KPU Terkait Pemutakhiran Data Pemilih

Januari-Juni, Pemakaian Listrik di Jabar-Banten Berpotensi Naik

PM Interim Mesir Tawarkan Rekonsiliasi Nasional Jul 21st 2013, 08:01

Laporan Wartawan Tribunnews.com Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, KAIRO - Perdana Menteri sementara Mesir, Hazem el-Beblawi, mengajukan tawaran rekonsiliasi nasional, Sabtu (20/7/2013).

Tampil santai dan percaya diri di televisi pemerintah, PM Interim Mesir el-Beblawi menyerukan dialog antarpartai politik. Selain itu, ia juga meminta keamanan nasional harus dipulihkan, setelah aksi demonstrasi yang berlangsung berminggu-minggu.

"Mesir lebih penting bagi dunia daripada yang kita pikirkan, dan layak kita berikan. Tahap selanjutnya, membutuhkan lebih harmoni dan rekonsiliasi," ujarnya seperti dikutip dari Asiaone.com, Minggu (21/07/2013).

Kelompok Ikhwanul Muslimin, pendukung mantan Presiden Mohamed Morsi yang digulingkan oleh militer Mesir, menyatakan tidak akan ikut serta dalam dialog rekonsiliasi nasional, hingga jabatan Morsi dikembalikan.

"Tidak akan ada dialog," ujar juru bicara Ikhwanul Muslimin, Gehad El-Haddad.

Sementara itu Presiden baru Mesir mengeluarkan dekrit di hari Sabtu kemarin, untuk mulai mengerjakan amandemen konstitusi, langkah pertama pelaksanaan pemungutan suara. (asiaone.com)

Baca Juga:

Pengambilalihan Kekuasaan Mesir Hasilkan Kekacauan Baru

Menlu AS: Mesir Harusnya Asingkan Morsi Bukan Menggulingkan

CSIS: Gejolak Demokrasi Mesir Mirip Reformasi 1998

Gempa 6,9 Skala Richter Goyang Selandia Baru Jul 21st 2013, 07:17

TRIBUNNEWS.COM, WELLINGTON - Gempa berkekuatan 6,9 skala Richter mengguncang lepas Selandia Baru, Minggu (21/7/2013).

Menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat (AS), Gempa terjadi pada pukul 17.09 waktu setempat, dengan titik gempa 57 kilometer selatan-barat daya dari Wellington dengan kedalaman 10,1 kilometer.

Gempa itu disusul gempa lainnya berkekuatan 5,5 skala Ritcher beberapa menit kemudian, dan 10 jam setelah gempa 5,8 skala Ritcher yang terjadi di wilayah yang sama.

GeoNet, pusat pemantauan gempa Selandia Baru, memasukan gempa berkekuatan 6,9 skala Ritcher dalam kategori "parah".

"Gempa terjadi sekitar 30 detik," ujar seorang warga di kota wisata Nelson, dikutip dari Asiaone.com.

Baca Juga:

Gempa 5,5 SR di Papua Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Tremor Gunung Lokon Terus Terekam

Gempa 5,5 SR Guncang Papua, Tak Ada Ancaman Tsunami

Teror Bom dan Senjata Api Tewaskan 62 Orang di Irak Jul 21st 2013, 06:30

TRIBUNNEWS.COM, BAGHDAD - Serentetan aksi ledakan bom dan tembakan senjata api, menewaskan sedikitnya 62 orang di seluruh Irak, Sabtu (20/7/2013).

Seperti dilansir Tribunnews dari Upi.com, setidaknya selusin ledakan bom yang disembunyikan di dalam mobil terjadi di distrik yang didominasi oleh Syiah di Kota Baghdad. Insiden itu juga menyebabkan 200 orang terluka.

Dari korban tewas terdapat seorang pemimpin kelompok masyarakat anti-Al Qaeda Sahwa. Ia tewas bersama dengan dua orang pengawalnya, di Kota Baquba, provinsi Diyala, ditembak oleh milisi bersenjata.

Perdana Menteri Irak, Nouri al-Maliki menyalahkan kelompok milisi dan sisa-sisa dari rezim Baath yang terguling mendalangi kekerasan mematikan di negaranya dalam beberapa bulan terakhir. Para pejabat Pemerintah Irak juga menuding, telah terjadi plot yang didukung asing untuk memicu perselisihan sektarian di Irak.

Baca Juga:

Bom Panci Dikira Suara Ban Pecah

Mapolsek Rajapolah Tasikmalaya Dibom

Dua Serangan Bunuh Diri Tewaskan Lima Polisi Irak

Partai Shinzo Abe Diperkirakan Unggul Jul 21st 2013, 06:25

TEMPO.CO, TOKYO – Partai berkuasa pimpinan Perdana Menteri Shinzo Abe diperkirakan tetap unggul dalam pemilihan parlemen Jepang, Minggu.  Kemenangan Partai Demokratik Liberal (LDP) akan  memperkuat kekuasaan Abe dalam membentuk pemerintahan  yang stabil pertama di Jepang sejak berakhirnya pemerintahan Perdana Menteri Junichiro Koizumi tahun 2006.

Selain memberikan mandate untuk membangkitkan kembali ekonomi Jepang, kemenangan itu juga sebagai penebus kekalahan memalukan dari partai oposisi tahun 2007. Kekalahan itu menyebabkan oposisi dapat mengganjal  semua legislasi sehingga Abe terpaksa mundur dua bulan kemudian. Sejak itu, Jepang mengalami beberapa kali pergantian perdana menteri.

»Saya ingin pemerintahan yang stabil, dan itu Partai Demokratik Liberal," kata Hiroshi Miyamoto, setelah memberikan suara bagi partai Abe yang konservatif dan pro bisnis di Hachioji, Tokyo Barat.

Abe, 58 tahun, kembali berkuasa setelah memenangkan pemilihan di Majelis Rendah bulan Desember lalu, bersama mitra koalisinya New Komeito. Ia berjanji untuk focus memperbaiki ekonomi dengan kebijakan moneter »Abenomics", pengeluaran fiscal dan reformasi structural.

Beberapa kalangan khawatir reformasi ekonomi Abe akan melemahkan LDP. Kemenangan telak dapat meningkatkan penolakan terhadap reformasi dari politisi LDP yang dekat dengan kalangan industri, yang paling menderita jika terjadi perubahan.

Kritikus juga mengkhawatirkan Abe akan berubah fokus ke agenda konservatif,  dan mengamendemen konstitusi paska perang yang damai, serta membangkitkan kembali sejarah perang Jepang, yang kerap dikecam bekas negara jajahan lantaran tidak menunjukkan penyesalan.

Abe menolak mengungkapkan apakah dia akan mengunjungi Kuil Yasukuni, dimana pemimpin Jepang yang dinyatakan pengadilan Sekutu sebagai penjahat perang,  dimuliakan di sana.  Sebuah kunjungan dalam peringatan kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II 15 Agustus lalu memicu kemarahan di kawasan.

Jajak pendapat yang dilakukan Reuters menunjukkan perusahaan-perusahaan Jepang secara umum mendukung LDP, namun khawatir kemenangan telak akan membuat Abe memprioritaskan kebijakan nasionalis ketimbang ekonomi.

Voting akan dimulai pada pukul 7 pagi dan ditutup pukul 20 waktu setempat. Media akan memproyeksikan kemenangan berdasarkan exit polls. Hasil akhir akan diketahui Minggu malam atau Senin pagi..

Media memperkirakan LDP bersama New  Komeito akan menang lebih dari 70 dari 121 kursi dari 242 kursi Majelis Tinggi. Dengan kursi koalisi  yang tidak diperebutkan mencapai 59 kursi, maka Abe akan memperoleh kursi mayoritas  yang memperkuat kekuasaannya.

REUTERS | NATALIA SANTI

Pangeran William dan Kate Palsu Hebohkan Inggris Jul 21st 2013, 06:12

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Surat kabar The Sun Inggris, membuat kehebohan dengan mengirimkan sepasang pria dan wanita yang memiliki kemiripan dengan Pangeran William dan istrinya Kate, ke sebuah rumah sakit di Kota London, Inggris.

Lelucon itu terjadi menjelang kelahiran putra dari bangsawan Inggris itu.

Seperti dilansir Tribunnews dari Upi.com, Minggu (21/7/2013), Pangeran William dan Kate palsu tiba di Rumah Sakit St Mary di Range Rover, Jumat sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Dickie Arbiter, mantan sekretaris pers untuk Ratu Elizabeth II, nenek dari William, sempat tertipu ketika mereka masuk ke dalam rumah sakit. Di akun Twitternya, ia sempat mengatakan, "Kate masuk melalui pintu depan." Namun tak lama kemudian meralatnya dan mengatakan, "Informasi yang salah, mereka hanyalah aktor dari Sun."

Setelah membuat heboh, Pageran William dan Kate palsu yang sebenarnya bernama, Tom Moore dan Nicola Maher berpose di luar rumah sakit dengan mengenakan T-shirt beruliskan "The Sun No 1 Untuk Berita Bayi Bangsawan."

Baca Juga:

Ratu Elizabeth II Ingin Kate Segera Melahirkan

Ratu Elizabeth II Penasaran Lihat Bayi William-Kate

Beckham Saran Nama David untuk Bayi William-Kate

Ramadan, Wanita Pakistan Dilarang Belanja Sendiri Jul 21st 2013, 04:03

TEMPO.CO, London -- Ulama dan sesepuh Islam di Provinsi Khyber Pakhunkhwa di sebelah barat laut Pakistan mengeluarkan larangan bagi wanita untuk berbelanja sendiri tanpa didampingi pria yang menjadi kerabatnya.

Keputusan ini dibuat dalam pertemuan di sebuah masjid di distrik Karak dan diumumkan dengan pengeras suara. Sebagian besar wanita di wilayah ini memang menutup kepala dan tubuh mereka.

Langkah ini, seperti diberitakan situs BBC edisi 20 Juli 2013, dimaksudkan untuk menjaga agar pria tidak terganggu selama bulan suci Ramadan. Namun, tidak jelas apakah kebijakan ini akan dicabut jika Ramadan usai. Seperti diketahui, Ramadan tahun ini berlangsung selama Juli hingga pertengahan Agustus 2013.

Salah seorang sesepuh dan ulama di kawasan itu mengatakan bahwa larangan ini akan dipublikasikan melalui pengeras suara di masing-masing wilayah di kawasan tersebut. "Kami telah memutuskan bahwa wanita tidak boleh pergi ke bazaar tanpa kerabat prianya," ujar Maulana Mirzaqeem, seperti dikutip oleh agen berita AFP. "Mereka yang pergi ke pasar tanpa kerabat pria akan ditangkap polisi."

Hal ini dikarenakan, "Mereka menyebarkan kebebasan dan merusak puasa para pria selama Ramadan." Para ulama juga meminta polisi untuk membantu mendukung larangan mereka dan meminta para pelayan toko untuk tidak melayani wanita yang tidak didampingi kerabat prianya.

Namun, salah seorang pedagang mengatakan kepada kantor berita Reuters, dirinya khawatir larangan itu akan berdampak buruk pada dunia bisnis dan reputasi wilayah tersebut. "Kami tak pernah mendukung larangan ini dan berkumpul pada Kamis untuk memprotes keputusan para ulama itu," kata Munwar Khan, salah seorang pedagang.

BBC I ARBA'IYAH SATRIANI

Terhangat:

Bentrok FPI | Bisnis Yusuf Mansyur | Aksi Liverpool di GBK

Baca juga:

Ibu yang Hilang 50 Tahun Lalu Ditemukan Hidup

Roller Coaster Raksasa di AS 'Bunuh' Penumpangnya

Ledakan Bom di Bandara Beijing, Pelaku Terluka

Kata Charles Tahun 1982 Saat Sambut Royal Baby

Penelepon Layanan Mental di Inggris Naik 50 Persen Jul 20th 2013, 22:35

TEMPO.CO, London--Jumlah orang yang meminta saran melalui layanan telepon (helplines) untuk masalah mental meningkat tajam di Inggris. Menurut hasil penelitian terbaru, jumlahnya meningkat hingga 50 persen dari sebelumnya.

Umumnya penelpon ke layanan ini adalah mereka yang tidak mau diketahui identitasnya. Masalah yang disampaikan pun lebih cenderung meningkat dengan keinginan untuk melakukan bunuh diri.

Menurut Mind, lembaga sosial yang memberikan layanan kesehatan mental dan mengkompilasi data, kenaikan jumlah tersebut merupakan suatu ?peringatan? dan membuat orang berpikir untuk mencari bantuan secepatnya karena mereka peduli dengan kelangsungan hidup mereka. Mind menemukan bahwa jumlah panggilan telepon meningkat tajam menjadi lebih dari 68 ribu pada 2012-2013 dibandingkan sebelumnya yang mencapai 46 ribu pada tahun 2011-2012.

Dikatakan Mind, bahwa mereka melihat adanya hubungan antara perubahan jenis panggilan, dengan orang yang mengaku mengalami masalah yang kompleks dan akut. Hal ini terlihat pada 30 persen dari penelpon yang mengaitkannya dengan keinginan untuk bunuh diri. Pada banyak kasus, kata mereka, masalah mental ini disebabkan oleh kekhawatiran finansial yang parah.

Merespon data tersebut, Mind mengatakan bahwa ada kebutuhan untuk meningkatkan layanan bagi publik dan meminta orang untuk tidak menunggu hingga mencapai titik kritis untuk mencari bantuan. "Saat ini banyak orang mengalami masalah dengan tekanan finansial, seperti kecemasan mengenai pengangguran, pengurangan penghasilan, peningkatan biaya hidup atau kombinasi dari ketiganya," kata Paul Farmer, CEO Mind seperti dikutip situs Daily Mail edisi 18 Juli 2013.

"Kami mendorong setiap orang yang memerlukan dukungan kami untuk segera menelpon dan melakukannya hari ini," kata Farmer.

Pada awal tahun ini, sebuah penelitian yang dilakukan oleh pakar ekonomi politik Oxford University, Dr. David Stuckler dan Dr Sanjay Basu, asisten profesor bidang kesehatan dan epidemiologis di Standford University menyimpulkan bahwa penurunan kondisi ekonomi merusak kesehatan orang di Eropa dan Amerika Utara sehingga meningkatkan angka bunuh diri, depresi dan menyebarnya penyakit infeksi.

Dikatakan hasil penelitian itu bahwa penurunan akses pada layanan kesehatan telah menambah masalah bagi banyak orang. Selain itu tingginya angka pengangguran di Eropa telah meningkatkan penggunaan obat-obatan terlarang dan bahkan berkontribusi pada penyebaran HIV.

DAILY MAIL I ARBA'IYAH SATRIANI

Terhangat:

Bentrok FPI | Bisnis Yusuf Mansyur | Aksi Liverpool di GBK

Baca juga:

Ibu yang Hilang 50 Tahun Lalu Ditemukan Hidup

'Sandungan' dalam Negosiasi Damai Israel-Palestina

Roller Coaster Raksasa di AS 'Bunuh' Penumpangnya

Kota Ini Ajukan Diri Bakrut

Ledakan Bom di Bandara Beijing, Pelaku Terluka Jul 20th 2013, 14:00

TEMPO.CO, BEIJING—Seorang pria dengan kursi roda meledakkan bom buatan tangan di bandara internasional Beijing, Cina pada Sabtu 20 Juli 2013. Akibatnya, pelaku terluka parah dan asap tebal menyelimuti terminal 3 untuk kedatangan internasional.

Belum diketahui bagaimana pria itu dapat melewati penjagaan ketat di bandara Beijing. Hingga berita ini diturunkan belum diketahui motif pelaku. Seperti dilansir kantor berita Xinhua, serangan ini tidak menimbulkan korban jiwa dan operasional bandara tetap berlangsung normal.

Adapaun stasiun televisi pemerintah, China Central Television mengatakan ledakan terjadi hanya beberapa meter dari pintu kedatangan penumpang penerbangan internasional. Belum diketahui juga mengapa pria tersebut berada di bandara.

Juru bicara bandara Beijing menegaskan polisi masih menyelidiki insiden ini. Namun polisi menolak berkomentar saat dihubungi Reuters. Adapun pelaku kini dirawat di rumah sakit.

Saksi mata melaporkan kondisi berangsur normal sekitar 90 menit setelah insiden terjadi. Tak telihat juga penjagaan ketat aparat di bandara tersebut.

Bahan peledak cukup mudah diperoleh di Cina, tuan rumah industri pertambangan dan kembang api terbesar di dunia.

L REUTERS | SITA PLANASARI AQUADINI

Ribuan Warga Taiwan Protes Bully di Militer Jul 20th 2013, 14:00

TEMPO.CO, TAIPEI—Sekitar sepuluh ribu warga Taiwan menggelar unjuk rasa di ibu kota Taipei, Sbtu 20 Juli 2013. Aksi ini merupakan bentuk protes atas kematian seorang kopral, Hung Chung-chiu, yang diduga terjadi akibat tindak penganiayaan di dalam tubuh militer Taiwan, dua pekan lalu.

Demonstran yang berkumpul di depan gedung Kementerian Pertahanan Taiwan, memegang poster bertuliskan »Pembunuh" dan »Kami ingin kebenaran." Lagu cibiran terhadap militer juga dinyanyikan bersama dengan aksi teatrikal yang menunjukkan keengganan atasan Hung memberikan air minum meski korban sudah memohon.

Paman korban, Hu Shih-ho, berharap Presiden Ma Ying-jeou dan Menteri Pertahanan, Kao Hua-chu, membuka mata dan mendengarkan tuntutan warga Taiwan. »Begitu banyak orang yang hadir saat ini menuntut kebenaran," kata Hu, dengan sedih.

Di hadapan massa, Wakil Menteri Pertahanan Andrew Yang memohon maaf atas kematian Hung. » Saya meminta maaf kepada Anda semua," tuturnya sembari membungkuk menghadap massa. »Tolong beri kami kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dan mencari kebenaran."

Media lokal melaporkan sebelum kematiannya, Hung sempat dihukum penjara karena ketahuan membawa ponsel pintar ke dalam barak. Dia tewas hanya tiga hari menjelang akhir wajib militernya. Akibat insiden ini, empat pejabat militer ditahan atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan. Militer juga menghukum disipliner 26 staf lain.

L CHANNEL NEWSASIA | SITA PLANASARI AQUADINI

Berbohong Demi Main Golf, Seorang Anggota Yakuza Diciduk Polisi Jul 20th 2013, 12:00


KOMENTAR ANDA