Home » » FW: Joy Roesma, Si Penulis 'Kocok' yang Berhenti Jadi Wartawan Demi Urus Anak

FW: Joy Roesma, Si Penulis 'Kocok' yang Berhenti Jadi Wartawan Demi Urus Anak

 

 

Feed: Wolipop
Posted on: Monday, June 10, 2013 12:24
Author: Wolipop
Subject: Joy Roesma, Si Penulis 'Kocok' yang Berhenti Jadi Wartawan Demi Urus Anak

 

Jakarta - Joy Roesma, di era tahun 2000-an dia dikenal sebagai jurnalis sebuah majalah wanita. Sayang saat mencapai puncak karirnya, wanita yang baru saja merilis buku tentang arisan sosialitas berjudul Kocok itu harus berhenti bekerja. Dia melepaskan karirnya demi mengurus buah hatinya.

Setelah tidak lagi menjadi jurnalis, Joy tetap memiliki pekerjaan sebagai penulis lepas. Bahkan ia pernah ditawari sebagai pimpinan redaksi (pimred) di sebuah majalah ternama di Jakarta. Sayangnya, tawaran tersebut datang saat Joy telah memiliki anak tahun 2012 lalu. Wanita 34 tahun itu tidak ingin perhatiannya teralihkan ke pekerjaan sedangkan buah hatinya sedang butuh perhatian.

"Kebetulan saya tahun lalu dapat tawaran jadi pimred tapi saya tolak karena kondisi anak yang memang sangat membutuhkan saya, dan ternyata saya juga menikmati waktu saya ini," tutur Joy saat berbincang dengan wolipop beberapa waktu lalu di kediamannya kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Sebelum menjadi penulis lepas seperti sekarang ini, Joy mengawali kariernya di salah satu stasiun televisi bagian produksi pada 1999. Kemudian ia pindah menjadi penulis feature lifestyle di salah satu majalah wanita selama 7 tahun sejak 2002. Kepindahannya ke majalah dianggapnya sebagai keputusan yang tepat karena ia mengaku menemukan passionnya sebagai penulis. Kariernya semakin berkembang, berawal dari reporter hingga akhirnya menduduki posisi Executive Editor.

Sayangnya, Joy harus berhenti bekerja pada 2009 saat sedang berada di puncak karier. Dengan berat hati ia meninggalkan pekerjannya karena tengah mengandung anak pertama yang kini telah berusia 3 tahun. Hal itu merupakan keputusan yang cukup sulit bagi Joy karena ia begitu menikmati pekerjaannya. Meskipun demikian, Joy tidak lepas dari dunia tulis-menulis begitu saja, wanita yang kuliah S-1 dan S-2 di Boston University ini pun masih kerap menulis sebagai kontributor di berbagai majalah.

Setelah keluar dan menjadi ibu rumah tangga, banyak sekali pengalaman yang masih ia rindukan. Datang ke berbagai acara fashion serta pernah berbincang-bincang dengan Yusuf Kalla dan Megawati merupakan suatu pengalaman yang tak akan pernah ia lupakan. Wanita yang suka menulis ini juga pernah menerima penghargaan bergengsi untuk kategori ekonomi dan bisnis dalam ajang Anugerah Adiwarta Sampoerna tahun 2007. Penghargaan tersebut merupakan kebanggan tersendiri untuknya.

"Ini bergengsi sih dan ini juara 1 bidang ekonomi dan bisnis dengan judul 'Hati-Hati Rayuan Maut Investasi',ini suatu penghargaan yang sangat membanggakan buat saya saat itu," ujarnya kemudian.

Setiap pekerjaan tentu memiliki duka. Bagi Joy, duka yang ia alami saat menjadi wartawan ialah dikejar deadline. Selain itu, waktu yang padat membuat hobi travelingnya sulit tersalurkan. Namun kini wanita berambut panjang itu bisa menjadwalkan traveling sesuai keinginannya serta fokus terhadap pendidikan putra pertamanya.

"Dulu untuk cuti aja suatu hal yang sangat sulit, tapi sekarang saya lebih menikmati pergi traveling. Selain itu, saya juga bisa mengurus anak sambil menulis buku dan feature di banyak majalah," ujar salah satu penulis buku 'Kocok: The Untold Stories of Arisan Ladies and Socialite' itu.

Selain aktif sebagai kontributor di berbagai majalah parenting dan wanita, ia juga masih sibuk mempromosikan buku terbarunya mengenai fenomena arisan sosialita bersama presenter cantik Nadia Mulya. Kesibukan wanita kelahiran 10 Juni 1978 itu bertambah dengan mengurus putra pertamanya yang perlu perhatian ekstra karena memiliki kemampuan motorik yang sedikit terganggu.

Saat ditanya adakah keinginan membangun bisnis, wanita berambut panjang itu mengaku bisnis bukanlah passionnya. Ia tidak pandai dalam berbisnis entah di bidang fashion maupun lainnya. Ia lebih senang menjadi penikmat tren saja dan tetap menyalurkan bakat menulisnya dengan membuat buku.

Joy pun berharap bisa segera merilis bukunya yang kedua. Harapan itu menjadi resolusinya tahun ini. "Di tahun ini yang ingin dicapai mungkin akan membuat buku kedua, kemudian saya mau traveling sebentar, dan yang paling penting saya bisa menjadi orang yang lebih baik lagi dari sebelumnya," tutup Joy.


(aln/eny)

 

Browser anda tidak mendukung iFrame


View article...

Enclosures:

joy-dlm.jpg (10 KB)
http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656124/e/1/s/2d10c7e8/l/0Limages0Bdetik0N0Ccontent0C20A130C0A60C10A0C11330Cjoy0Edlm0Bjpg/joy-dlm.jpg

 


KOMENTAR ANDA